Polda Bali Gelar Operasi Khusus untuk Menghadapi Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022

Dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polda Bali gelar operasi khusus dengan fokus fokus tertentu. Sedikitnya seribuan personel dikerahkan untuk melancarkan giat tersebut. Hal itu disampaikan Kapolda Bali, Irjen Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si. usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian COVID 19 pada libur Nataru di Gedung Gajah Jaya Sabha, Jalan Surapati Denpasar, Bali, Minggu (19/12/2021).

Gubernur Bali I Wayan Koster beserta unsur Forkopimda juga turut menghadiri rapat tersebut. Irjen Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra memaparkan tentang rencana pengamanan yang dilakukan Kepolisian Daerah Bali mulai dari sebelum, saat hingga pasca perayaan hari raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Kapolda mengatakan, Polda Bali bersinergi dengan instansi terkait melaksanakan pengamanan secara maksimal untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan merayakan hari raya Natal.

Tak hanya itu, Polda Bali juga tetap melaksanakan kegiatan pengawasan Prokes seara ketat untuk menekan laju perkembangan kasus COVID 19. "Polda Bali saat ini melaksanakan Operasi Aman Nusa Agung II yang khusus menangani pengendalian Covid 19, kemudian melaksanakan KRYD untuk mengendalikan Covid 19 sebelum dan pasca Nataru," kata Kapolda. "Sedangkan untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru seperti menekan angka kejahatan dan lakalantas serta pengendalian Covid 19, Polda Bali akan melaksanakan Operasi Lilin Agung," imbuh dia.

Polda Bali menggelar Operasi Lilin Agung mulai dari tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022 dengan melibatkan 1.497 personel Polri. "Sasaran Operasi Lilin Agung tahun ini adalah menutup dan mengalihkan arus lalu lintas ke lokasi lokasi areal publik dan daerah tujuan wisata," ujar dia. Selain itu, pengetatan bagi arus lalu lintas orang yang mudik dan arus balik dengan mengecek syarat perjalanan Prokes secara ketat serta melaksanakan sosialisasi dan imbauan Kamtibmas penerapan Prokes.

Termasuk, mengamankan tempat ibadah, pusat perbelanjaan, sentra ekonomi, obyek vital, lokasi wisata dan lokasi perayaan tahun baru dengan mematuhi Prokes. Terakhir, Kapolda juga menginstruksikan jajaran melaksanakan penegakan hukum terhadap segala bentuk tindak pidana pelanggaran prokes maupun pelanggaran lainnya. Pada kesempatan tersebut, jenderal bintang dua di pundak ini juga menyampaikan saran kepada Gubernur Bali dan peserta rapat lainnya agar Satgas COVID 19 bersama stakeholder berkolaborasi dalam penanganan dan pengendalian Covid 19 dengan melaksanakan 5 kegiatan.

Pertama, mengimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan pesta atau perayaan tahun baru. Kedua melaksanakan patroli gabungan dan sidak untuk mencegah pelanggaran Prokes. Ketiga, mengawasi secara ketat jam operasional sesuai dengan Inmendagri No. 66 tahun 2021.

Keempat, mengantisipasi lonjakan kasus Covid 19 pada saat dan pasca libur Nataru dengan mengaktifkan kembali Satgas Isoter dan Satgas Oksigen serta sarana Isoter agar sewaktu wakyu siap digerakan atau dipergunakan. Kelima, mengaktifkan posko terpadu Satgas Covid 19 provinsi Bali dan kabupaten atau kota disetiap pintu masuk Bali untuk memperketat pengawasan syarat perjalanan prokes kepada orang yang masuk ke Bali. Adapun 5 pintu masuk Bali yang menjadi perhatian Polda Bali, yaitu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai, Pelabuhan Benoa dan Terminal Mengwi, Badung.

"Saya selaku Kapolda Bali meminta dukungan dari stakeholder terkait agar dinamika Operasi Aman Nusa Agung, KRYD dan Operasi Lilin Agung berjalan baik," ujarnya. "Jika sudah berjalan optimal maka perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Bali dapat terwujud dengan aman, bersih, sehat dan damai serta pandemi Covid 19 tetap terkendali," pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.